“Pembabakan Prasejarah Indonesia”

Peta Konsep

13

A. Sistem Teknologi

Pembagian zaman prasejarah berdasarkan atas lapisan-lapisan bumi menjadi dilluvium dan alluvium, ada lagi pembagian yang lebih lazim dan lebih tepat untuk sejarah kebudayaan, ialah pembagian menurut archaeologi yang berdasarkan bahan-bahan peninggalan kebudayaan manusia. (Soekmono 1973 : 22)

  1. Zaman Paleolitik

Zaman paleolitik adalah zaman batu tua yang berlangsung sekitar 600.000 tahun lalu (Soekmono 1973: 25). Manusia purba pada zaman ini menggunakan batu yang masih alami, dengan kata lain masih kasar, belum diasah atau dipoles. Zaman paleolitik terdapat dalam tiga kala yaitu :

a. Pleistosen Bawah

Kala ini terdapat dalam fauna Jetis dengan dua jenis manusia yang ada pada saat itu yaitu

(1) Homo modjokertensis atau Pithecanthropus modjokertensis

1

Gambar 1.1 Homo modjokertensis   atau Pithecanthropus modjokertensis

Ditemukan pertama kali oleh von Koeningswald pada tahun 1936 di Kepuhglagen, sebelah utara Perning dan Mojokerto yang berupa tengkorak anak-anak berusia 6 tahun.

(2) Pithecanthropus robustus

2

Gambar 1.2 Pithecanthropus robustus

Fosil ini ditemukan oleh Weidenreich dan von Koeningswald pada tahun 1939 di daerah Trinil, lembah Bengawan Solo. Belum ditemukan alat pada kala ini, teknologi dari kedua manusia tersebut sama yaitu teknologi paleolitik. (Soekmono 1973: 28)

b. Pleistosen Tengah

Terdapat dalam fauna Trinil dengan manusia  Pithecanthropus erectus yang menggunakan teknologi paleolitik dengan alat yang disebut dengan Kebudayaan Pacitan. Alat-alat tersebut meliputi kapak genggam dan chopper atau alat penetak yang ditemukan di Pacitan, Parigi, Gombong, Sukabumi dan di daerah Lahat. (Soekmono 1973: 32)

3.jpg

Gambar 1.3 Pithecanthropus erectus

Ditemukan oleh Eugene Dubois di desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur, pada tahun 1890. Pithecanthropus Erectus berjalan tegak dengan badan yang tegap dan alat pengunyah yang kuat. Volume otak mencapai 900 cc. Volume otak manusia modern lebih dari 1000 cc, sedangkan volume otak kera hanya 600 cc.

c. Pleistosen Awal

Terdapat dalam fauna Ngandong (Soekmono 1973: 28) dengan dua jenis manusia yaitu

(1) Homo soloensis

4.jpg

Gambar 1.4 Homo soloensis

Ditemukan von Koenigswald dan Weidenrich diantara tahun 1933-1934 di lembah solo bengawan solo. Fosil tersebut ditemukan sebuah tengkorak dengan volume otaknya bukan lagi manusia kera. Kebudayaan yang digunakan adalah Kebudayaan Ngandong seperti flakes, kapak genggam, alat tulang dan tanduk rusa yang ditemukan di Ngandong, Sidorejo, dekat Sangiran dan Cabenge sedangkan teknologinya yaitu Paleolitik.

(2) Homo wadjakensis

5

Gambar 1.5 Homo wadjakensis

Ditemukan di daerah Campurdarat, Tulungagung oleh Eugene Dubois pada tahun 1889. Homo wadjakensis menggunakan Kebudayaan Ngandong seperti flakes, kapak genggam, alat tulang dan tanduk rusa yang ditemukan di Ngandong, Sidorejo, dekat Sangiran dan Cabenge sedangkan teknologinya yaitu Paleolitik.

  1. Zaman Mesolitik

Terdapat dalam kala Holosen dengan fauna Sampung dan manusianya yaitu Homo sapiens ras Papua-Melanesoide (Soekmono 1973: 41) dengan teknologi mesolitik. Dalam zaman ini terdapat dua kebudayaan yaitu

a. Kebudayaan Toala

Alatnya berupa alat tulang dan tanduk rusa, alat batu dan alat perunggu dan besi yang sebarannya ditemukan di beberapa daerah yaitu Gua Lawa dekat Sampung, Besuki, Bojonegoro dan Sulawesi Selatan. (Soekmono 1973: 42)

b. Kebudayaan Pebble

Alatnya berupa pebble (kapak sumatra), kapak pendek dan pipisan yang ditemukan di pantai Sumatera Timur Laut. (Soekmono 1973: 39)

  1. Zaman Neolitik

Zaman Neolitik ini terdapat dalam kala Holosen dengan manusia  Homo sapiens ras Austronesia yang memiliki beberapa teknologi diantaranya :

a. Teknologi Neolitik dengan alat berupa kapak persegi dan kapak lonjong yang ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Kalimantan Utara tepatnya. (Soekmono 1973: 53)

b. Perhiasan berupa gelang dan kalung yang terbuat dari batu indah banyak ditemukan di Jawa. (Soekmono 1973: 54)

c. Pakaian dengan penemuan alat pemukul kayu yang ditemukan di Kalimantan dan Sulawesi. (Soekmono 1973: 55)

d. Tembikar dengan alat berupa periuk belanga yang ditemukan di Sumatera, Pantai Selatan Jawa dan Melolo (Sumba) dalam bentuk pecahan-pecahan kecil. (Soekmono 1973: 56)

      4. Zaman Logam

Terjadi dalam kala Holosen dengan manusia Homo sapiens ras Austronesia yang menggunakan teknologi perunggu-besi dengan alat seperti kapak corong dan nekara yang ditemukan di Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi dan Irian. Selain itu termasuk pula benda-benda lainnya seperti gelang, kalung, anting-anting, binggel (gelang kaki) dan cincin. (Soekmono 1973: 63)

  1. Zaman Megalitik

Zaman ini terjadi dalam kala Holosen dengan manusia Homo sapiens ras Austronesia yang menggunakan teknologi megalitik berupa menhir, sarcophagus, dolmen, kubur batu sebagai lambang pemujaan roh nenek moyang yang ditemukan di Paseman, Besuki, Wonosari, Cepu, Cirebon, Bali dan Sulawesi. Selain itu juga termasuk punden berundak dan arca-arca sebagai alat pemujaan roh nenek moyang yang banyak ditemukan di Paseman dan Sulawesi. (Soekmono 1973: 75)

B.Sistem Sosial-Ekonomi

Menurut sistem sosisal-ekonomi, Prasejarah Indonesia dibagi menjadi empat masa yaitu :

1. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Sederhana

Masa ini terjadi dalam tiga kala yang berbeda yaitu :

a. Pleistosen Bawah (Formasi Pucangan)

Kala ini berada di fauna Jetis dengan jenis fauna seperti Rhinoceros sondaicus, Sus coerti, Sus sp. Adapun manusia dalam kala ini ada dua yaitu

  1. Pithecanthropus modjokertensis yang merupakan nama lain dari Pithecanthropus robustus yang ditemukan di Sangiran. (Soejono 1975: 78)
  2. Meganthropus palaeojavanicus merupakan manusia dari formasi Pucangan bagian atas dengan sebaran di Sangiran. (Soejono 1975: 74)

b.Pleistosen Tengah (Formasi Kabuh)

Berada di fauna Trinil contoh jenis fauna seperti Felis tigris dan Busbalus sp. Manusia dalam kala ini ada tiga yaitu

  1. Meganthropus palaeojavanicus dengan tradisi Paleolitik yang merupakan manusia dari formasi kabuh bagian bawa dengan sebaran di Sangiran. (Soejono 1975: 74)
  2. Pithecanthropus erectus dengan tradisi Paleolitik yang hidup secara berkelompok dan nomaden dengan alat seperti kapak genggam awal, kapak penetak, kapak perimbas dan pahat genggam dan sebaran di Sangiran. (Soejono 1975: 81)

6.jpg

Gambar 2.1 Kapak genggam

7.jpg

Gambar 2.2 Kapak penetak

8.jpg

Gambar 2.3 Kapak perimbas

9.jpg

Gambar 2.4 Pahat genggam

  1. Pithecanthropus soloensis menggunakan tradisi Paleolitik dengan alat tulang dan serpih dan banyak ditemukan di Sangiran, Sambungmacan dan Ngawi. (Soejono 1975: 85)

10

Gambar 2.5 Alat tulang

11.jpg

Gambar 2.6 Alat serpih

c. Pleistosen Atas (Formasi Notopuro)

Terdapat dalam fauna Ngandong dengan jenis fauna seperti Sus terhaari dan Felis palaeojavanicus. Manusia yang ada dalam kala ini ada dua yaitu

  1. Pithecanthropus soloensis menggunakan tradisi Paleolitik dengan alat tulang dan serpih dan banyak ditemukan di formasi Notopuro bagian bawah. (Soejono 1975: 85)
  2. Homo wadjakensis dengan tradisi Paleolitik menggunakan alat tulang dan serpih yang hidup secara berkelompok dalam gua dan nomaden dengan sebaran di Trinil dan Wajak. (Soejono 1975: 90)

2. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Lanjut

Terdapat dalam kala Holosen dengan fauna Sampung dan Toala (Soejono 1975: 145). Manusianya adalah Homo sapiens (Austromelanesoid dan Mongoloid) dengan teknologi meliputi tradisi mesolitik, kjökkenmoddinger, abris sous roche dan alat yang ditemuka seperti alat tulang, serpih bilah dan pebble yang hidup di gua dan sebaran di Nusa Tenggara, Jatim, Sulsel dan Sumut.

12.jpg

Gambar 2.7 kjökkenmoddinger

13

Gambar 2.8 abris sous roche

  1. Masa Bercocok Tanam

Berada dalam kala Holosen dengan manusia Homo sapiens Austromelanesoid dan Mongoloid (Soejono 1975: 204). Teknologinya ada dua yaitu

a.Tradisi Mesolitik Tua Austromelanesoid di Indonesia Timur dengan alat yang ditemukan berupa alat-alat obsidian, mata panah, beliung persegi yang sebarannya di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan mulai ada kepercayaan dan hidup mulai menetap.

14.jpg

Gambar 2.10 Alat-alat obsidian

15.jpg

Gambar 2.11 Mata panah

16.jpg

Gambar 2.12 Beliung persegi

b.Tradisi Neolitik Mongoloid di Indonesia Barat dengan alat kapak lonjong, perhiasan, gerabah dengan sebaran di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan mulai ada kepercayaan dan hidup mulai menetap.

17.jpg

Gambar 2.13 Kapak lonjong

18.jpg

Gambar 2.14 Perhiasan

19.jpg

Gambar 2.15 gerabah

c.Tradisi Megalitik yang berfungsi sebagai bangunan kepercayaan dengan perspektif ada hubugan antara orang hidup dengan orang yang sudah mati. Alat-alat yang termasuk dalam tradisi megalitik seperti peti kubur, dolmen semu, sarkofagus dan bejana batu.

20.jpg

Gambar 2.16 Peti kubur

21.jpg

Gambar 2.17 Dolmen semu

22.jpg

Gambar 2.18 Sarkofagus

23.jpg

Gambar 2.19 Bejana batu

  1. Masa Perundagian

Terdapat dalam kala Holosen dengan manusia Homo sapiens (Austromelanesoid dan Mongoloid). Teknologinya ada dua yaitu

a. Tradisi Megalitik Muda Austromelanesoid di Indonesia Timur dengan alat yang ditemukan berupa nekara perunggu, kapak perunggu dan senjata yang sebarannya di Melolo dan mulai ada ritual, membuat desa besar dan berburu.

24.jpg

Gambar 2.20 Nekara perunggu

25.jpg

Gambar 2.21 Kapak perunggu

b. Tradisi Paleo-Metalik Mongoloid di Indonesia Barat dengan alat nekara perunggu, kapak perunggu dan senjata yang sebarannya di Anyer Lor, Puger dan Gilimanuk kondisi saat itu mulai ada ritual, membuat desa besar dan berburu. (Soejono 1975: 289)

DAFTAR PUSTAKA

Soejono, R.P,1973. “Zaman Prasejarah di Indonesiadalam Sejarah Nasional
Indonesia Jilid 1 (ed). Marwati D.P.
Jakarta : Balai Pustaka

……………….,2000. Tinjauan Tentang Perkerangkaan Prasejarah
Indonesiadalam Aspek-Aspek Arkeologi Indonesia Nomor 5. Jakarta : Pusat
Arkeologi

Soekmono, R.1973. “Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 1”. Yogyakarta
: PT KANISIUS

http://kakakpintar.com/pengertian-ciri-ciri-zaman-paleolitikum-hasil-kebudayaan-dan-manusia-pendukung/ 14/11/2016 22:55

http://bisakali.com/gambar-dan-jenis-manusia-purba/ 14/11/2016 23:00

http://slideplayer.info/slide/3665939/ 14/11/2016 23:13

http://serbasejarah.blogspot.co.id/2011/12/gambar-dan-jenis-jenis-manusia-purba.html 14/11/2016 23:22

https://donipengalaman9.wordpress.com/2014/04/21/berburu-dan-meramu/ 15/11/2016 00:21

https://www.flickr.com/photos/58280550@N08/10263887394 15/11/2016 00:26

http://sejarahbudayanusantara.weebly.com/alat-zaman-paleolitikum.html 15/ 11/2016 00:26

http://www.wacana.co/2013/08/alat-serpih/ 15/ 11/2016 00:32

http://emeraldkhatulistiwa.blogspot.co.id/2012/10/kekayaan-pra-sejarah-bangsa-indonesia_29.html#.WCn2Fyvz3IU 15/ 11/2016 00:37

https://heaxxven.wordpress.com/2016/01/29/zaman-batu-madya-neolithikum/ 15/ 11/2016 00:42

http://www.wacana.co/2012/10/mata-panah-prasejarah/ 15/ 11/2016 00:43

http://sejarahkelasx.blogspot.co.id/2014/06/teknologi-manusia-indonesia-pada-zaman_20.html 15/ 11/2016 00:45

http://www.wacana.co/2009/10/kapak-lonjong/ 15/ 11/2016 00:46

http://www.wacana.co/2009/12/gerabah-prasejarah/ 15/ 11/2016 00:51

http://www.volimaniak.com/2016/11/pengertian-menhir-dolmen-peti-kubur.html 15/ 11/2016 01:13

http://wahedfarhan11.blogspot.co.id/2015/10/potensi-sejarah-alam-bondowoso.html 15/ 11/2016 01:16

https://jawatimuran.net/2012/02/10/benda-cagar-budaya-kabupaten-kediri/ 15/ 11/2016 01:22

https://ferryfp.wordpress.com/category/peninggalan-prasejarah-di-indonesia/ 15/ 11/2016 01:23

http://www.wacana.co/2010/02/kapak-perunggu/ 15/ 11/2016 01:25


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s